Tentang Sepotong Awan

Kalau saja sore itu aku membawa Swiss army knife , pasti sudah kukerat langit itu. Lanscape langit di atas Kampung Loncek yang mengingatkank...

TEROR DAN KUNANG-KUNANG

T iga tahun yang dilewatinya bersama kunang-kunang, ternyata tak membuatnya bahagia. Wanita itu ternyata memerlukan terang yang lebih besar ...

Natal Ayah 2010

Ilustrasi: womentakingastand.blogspot.com/ N atal kali ini pun ayah tidak bisa pulang. Mungkin ia terlalu sibuk berperang dan bergerilia, me...

Babad Ayah

Ilustrasi Aku masih sangat muda ketika ayah mengangkat senjata. Ketika labirin kebencian menganga dan ayah...

Membela Durian

by: A. Alexander Mering Tak cuma aku yang gelisah berbulan-bulan ini soal nasib durian di West Borneo, seorang pembaca, Pay Jarot Sujarwo t...

Ikan Asin dan Senja

Ikan Asin Danau Sentarum by Mering By: Wisnu Pamungkas Menanti senja bagi saya, bagaikan memanjatkan doa. Setiap kali duduk di sini, memand...

Perjalanan

by: Wisnu Pamungkas Aku tak yakin keadaan begitu baik setelah beratus-ratus kali kami terbanting-banting ke kiri dan ke kanan. Bahkan supir ...

Asbak di Internet

by: Wisnu Pamungkas Ketika dunia sudah sangat sempit, bahkan untuk sekadar membuang abu rokok pun sudah tak ada ruang. Para perokok berat pu...

Penderitaan 18 Juni 1995

Mungkin mempertanyakan mengapa cinta harus ada adalah seuatu yang terlalu klise bagi seorang pemikir. Atau mungkin ada lagi yang mempertanya...

Gumaman

1. Aku hanya daun, yang memahami kehendak ranting, setelah musim bertukar daun harus imun kepada takdir. 2. Karena kalau anak panah melesat ...